Antara Amanah Dan Limbah: Ekoteologi Dan Etika Lingkungan Sebagai Kerangka Etis Pengelolaan Peternakan Ayam Di Pedesaan Tulungagung
DOI:
https://doi.org/10.31004/jh.v6i5.3045Abstract
Peternakan ayam di pedesaan Tulungagung merupakan sektor ekonomi rakyat yang strategis, namun sering menimbulkan persoalan etis dan ekologis seperti pencemaran udara, limbah, sarang lalat, serta pencemaran air dan tanah. Artikel ini fokus membahas paradigma etika lingkungan dan ekoteologi: studi kasus pada peternakan ayam di Pedesaan Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sistem pengelolaan usaha peternakan ayam di pedesaan Tulungagung ditinjau dari aspek keseimbangan lingkungan, (2) memetakan pola pikir peternak dan tokoh agama setempat terhadap etika lingkungan dan nilai-nilai ekoteologi yang dapat diimplementasikan dalam praktik peternakan ayam, (3) terbentuknya model kerangka etis-operasional kontekstual bagi peternakan ayam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini mendukung pencapaian SDGs dimensi keagamaan serta sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI dalam penguatan ekoteologi. Dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumen, wawancara mendalam dengan peternak, tokoh agama, dan pemerhati lingkungan, serta focus group discussion (FGDs).Hasil penelitian menunjukkan adanya temuan beragam persepsi peternak dan masyarakat terhadap problematika peternakan ayam; tersusunnya peta nilai ekoteologi dan kesesuaiannya dengan praktik peternakan yang berlangsung; serta terbentuknya model kerangka etis-operasional kontekstual bagi peternakan ayam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi multidisipliner yang menjembatani filsafat moral, studi agama, dan ekonomi peternakan berkelanjutan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Fathun Nadhor

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










