Pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) Melalui Pengolahan Pangan Lokal Berbasis Smart Farming
DOI:
https://doi.org/10.31004/jh.v4i5.1557Abstract
Pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Kaliki, Merauke, melalui pengolahan pangan lokal berbasis smart farming bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan komunitas. Dengan mengintegrasikan teknologi modern dalam praktik pertanian, seperti penggunaan alat pengolahan sagu baik pengayak maupun pemarut. Program ini mencakup pelatihan yang intensif, yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas manajerial masyarakat dalam mengelola usaha pertanian dan strategi pemasaran produk lokal. Inisiatif ini juga berfokus pada pengembangan produk turunan yang bernilai tambah, seperti bakso sagu dan camilan khas lainnya, yang dapat meningkatkan daya saing di pasar. Melalui pendekatan ini, OAP didorong untuk berinovasi, sehingga tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menjaga kelestarian tradisi dan budaya lokal. Dengan demikian, pengolahan pangan lokal berbasis smart farming di Kampung Kaliki tidak hanya memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan memperkuat identitas budaya Orang Asli Papua. Luaran dari program ini adalah produk, alat, publikasi media online, video, publikasi jurnal dan HKI
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Abdul Rizal, Yus Witdarko, Adrianus Adrianus, Mani Yusuf, Anwar Anwar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






