Penyelenggaraan Skrining Kesehatan Untuk Lima Siklus Kehidupan di Desa Sindanglaut
DOI:
https://doi.org/10.31004/jh.v4i5.1450Abstract
Desa Sindanglaut menghadapi tantangan kesehatan yang beragam di setiap siklus kehidupan, dari balita hingga lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengavaluasi pelaksanaan program skrining kesehatan yang ditujukan untuk lima siklus kehidupan tersebut. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program skrining kesehatan di Desa Sindanglaut berjalan cukup baik dalam hal partisipasi masyarakat, terutama di kalangan remaja dan usia produktif. Namun, terdapat beberapa tantangan termasuk kurangnya sumber daya manusia serta insfratuktur kesehatan yang terbatas. Dari hasil analisa menggunakan software VOSviewer menunjukkan bahwa skrining kesehatan di Indonesia difokuskan pada deteksi dini masalah kesehatan, dengan perhatian khusus pada kesehatan remaja, kesehatan mental, dan kondisi spesifik seperti obesitas dan penyakit menular seksual, serta pentingnya peran tim kesehatan dalam pelaksanaannya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Alfi Kusuma Wardani, Lira Erwinda , M. Khairudin Naufalinho , Shilvira Anelia Machfud, Nurhasana Nurhasanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






