Kajian Actor Network Theory (ANT) Dalam Pembinaan dan Pengembangan Atlet E-Sport Di Kabupaten Karawang
DOI:
https://doi.org/10.31004/jh.v6i5.3107Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan E-Sport di Kabupaten Karawang yang belum didukung sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Permasalahan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, tumpang tindih peran, keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana, serta koordinasi antaraktor yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis jaringan aktor dalam pembinaan dan pengembangan atlet E-Sport di Kabupaten Karawang menggunakan perspektif Actor Network Theory (ANT). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan pembinaan melibatkan aktor manusia, yaitu pemerintah daerah, KONI, PBESI/ESI, pelatih, atlet, dan komunitas, serta aktor non-manusia berupa anggaran, regulasi, teknologi, dan sarana prasarana. Namun, jaringan tersebut belum stabil dan cenderung bersifat event-driven, yaitu aktif saat kompetisi dan melemah setelah kegiatan berakhir. Tahapan problematization, interessement, enrolment, dan mobilization juga belum optimal, ditandai oleh perbedaan pemahaman kebutuhan pembinaan, keterikatan aktor yang temporer, tumpang tindih peran, serta keterbatasan anggaran dan fasilitas. Kondisi ini membuat pembinaan masih bergantung pada inisiatif dan sumber daya pribadi atlet maupun pelatih. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, pembagian peran, dukungan anggaran berkelanjutan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk membangun jaringan pembinaan E-Sport yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kata Kunci: E-Sport, Pembinaan Atlet, Jaringan Aktor, Actor Network Theory, Kabupaten Karawang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bima Talenta Diwangga, Dewi Noor Ajizah, Kariena Febriantin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










